Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Makna dan Pengaruh Adat Budaya

Makna dan Pengaruh Adat Budaya
Kampung Hutaraja, Lumbansuhisuhi, Pangururan, Samosir.

Bali itu menarik, bukan hanya karena keindahan alamnya. Juga karena tradisi, adat budaya, yang dirawat, dipertahankan, meski dunia terus menawarkan perubahan. 

Pandangan hidup, perilaku dan sikap masyarakat Bali umumnya pun dibentuk atau dipengaruhi norma-norma adat dan agama kepercayaan mereka. Ada nilai-nilai yang mengakar dalam diri mereka, diwariskan turun-temurun, dan ikut menjadi daya pikat bagi orang non-Bali. 

Lalu, Batak? Apa sebenarnya makna dan pengaruh adat budaya dalam pembentukan karakter, tabiat, perilaku, juga pandangan hidup? 

Apakah umumnya orang Batak paham untuk apa menjalankan aturan dan ritus adat? Makna apakah yang didapat dari kesetiaan mengikuti aturan adat--terutama dalam adat perkawinan dan kematian--hingga tetap dianggap perlu dilakukan? 

Apa pulakah peran para pelaku atau yang disebut tokoh adat (marga) menjelaskan makna tradisi dan adat agar anggota persekutuan marga paham dan kemudian menginternalisasikan ke perilaku keseharian? 

Bila adat dan budaya Batak (termasuk petuah, nasihat, kearifan, yang terangkum dalam "poda, ugari, uhum") berpengaruh ke dalam diri individu-individu, mestinya tiap insan Batak dikenal kuat dengan prinsip, mengutamakan sopan santun dan kerendahan hati, karena banyak sekali mengenai hal itu ditekankan dalam adat dan filosofi Batak buatan leluhur mereka. 

Hapantunon (kesopanan, keadaban), merupakan ajaran utama leluhur orang Batak. 

Selamat merayakan Hari Raya Nyepi bagi masyarakat Bali yang merayakan. Selamat menyambut Sipaha Sada (awal tahun dan bulan pertama dalam Parhalaan atau penanggalan Batak dahulu) pula bagi orang Batak yang merayakan.

Oleh : Suhunan Situmorang

Post a Comment for "Makna dan Pengaruh Adat Budaya"